Hyundai Tucson 2027 langsung mencuri perhatian di Korea Selatan. Belum lama membuka pemesanan, SUV terbaru Hyundai ini sudah mengantongi 15.045 pesanan hanya dalam satu hari. Angka tersebut bukan sekadar ramai di awal peluncuran, tetapi juga melampaui rekor generasi sebelumnya.
Sebagai perbandingan, Hyundai Tucson generasi keempat mencatat 10.842 pesanan pada hari pertama ketika diperkenalkan pada 2020. Artinya, model terbaru berhasil mengumpulkan lebih dari 4.000 pesanan tambahan. Kenaikannya mendekati 39 persen.
Apa yang membuat calon pembeli begitu tertarik? Jawabannya tampaknya bukan cuma satu hal. Hyundai merombak desain, memperbarui teknologi kabin, dan tetap menyediakan pilihan mesin yang mencakup teknologi hybrid.
Desain Baru Hyundai Tucson: Lebih Berani, Tak Lagi Kalem
<escape>Hyundai Tucson 2027</escape> tampil dengan bahasa desain yang jauh berbeda dari pendahulunya. Garis bodinya lebih tegas, sudut-sudut eksterior terlihat tajam, dan keseluruhan tampilannya memberi kesan lebih kokoh.
Ukurannya juga membesar. Panjangnya bertambah sekitar 5,8 cm, lebarnya naik hampir 4 cm, sementara tinggi meningkat sekitar 2 cm. Dimensi ekstra ini berpotensi memberikan ruang lebih lega bagi penumpang.
Dari sudut pandang otomotif, perubahan tersebut penting. Desain baru memang bisa menarik perhatian di ruang pamer, tetapi tambahan ruang kabin juga punya manfaat nyata ketika mobil digunakan untuk perjalanan keluarga atau aktivitas sehari-hari.
Hyundai seolah ingin memastikan Tucson terbaru bukan hanya terlihat berbeda, tetapi juga terasa sebagai produk yang mengalami peningkatan menyeluruh.
Layar 17 Inci, tetapi Tombol Fisik Tetap Dipertahankan
Masuk ke kabin, perhatian langsung tertuju pada sistem infotainment Pleos Connect. Hyundai menawarkan layar tengah berukuran hingga 17 inci, ditemani layar pengemudi 9,9 inci yang posisinya dirancang agar informasi lebih mudah dilihat.

Namun, ada satu keputusan yang menarik: Hyundai tidak menghapus seluruh tombol fisik.
Di tengah tren produsen mobil yang semakin mengandalkan layar sentuh, keberadaan kontrol fisik masih punya alasan kuat. Pengemudi bisa mengakses fungsi tertentu tanpa harus mencari menu di layar saat mobil sedang berjalan.
Bagi sebagian orang, kabin serba digital memang terlihat futuristis. Tetapi untuk penggunaan harian, kemudahan pengoperasian justru bisa lebih penting daripada sekadar tampilan modern. Di sinilah pendekatan Hyundai berpotensi mendapat respons positif.
Hyundai Tucson Hybrid Makin Menarik untuk Dipantau
Urusan mesin juga menjadi bagian penting dari pembaruan ini. Hyundai menyiapkan tiga pilihan powertrain untuk Tucson terbaru, yakni bensin turbo, hybrid, dan plug-in hybrid.
Berikut gambaran spesifikasinya:
- Mesin bensin turbo 1,6 liter: tenaga 184 hp dengan konsumsi gabungan hingga 28 mpg.
- Hyundai Tucson Hybrid: kombinasi mesin turbo 1,6 liter dan motor listrik dengan tenaga 233 hp serta konsumsi gabungan hingga 42 mpg.
- Hyundai Tucson Plug-in Hybrid: tenaga gabungan 288 hp dengan estimasi jarak tempuh listrik sekitar 50 mil atau 80 km.
Angka konsumsi bahan bakar tersebut mengacu pada spesifikasi yang diumumkan untuk pasar terkait dan tidak bisa langsung disamakan dengan hasil penggunaan di Indonesia.
Pilihan hybrid menjadi semakin relevan bagi pembeli yang ingin memperoleh efisiensi tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian daya eksternal. Sementara itu, plug-in hybrid menawarkan fleksibilitas berkendara menggunakan tenaga listrik untuk perjalanan tertentu.
Meski begitu, pilihan terbaik tetap bergantung pada harga, ketersediaan pengisian daya, serta kebiasaan penggunaan mobil.
Hyundai
Rekor Pesanan Belum Menjamin Kesuksesan di Semua Pasar
Antusiasme di Korea Selatan memang menjadi modal awal yang menjanjikan. Namun, rekor pemesanan belum otomatis menjamin penjualan akan sama kuat di setiap negara.
Generasi Tucson sebelumnya pun masih menunjukkan performa penjualan yang positif di Amerika Serikat selama 2026. Hal ini memperlihatkan bahwa model lama belum kehilangan daya tarik, bahkan ketika penerusnya mulai diperkenalkan.
Hyundai Tucson generasi kelima dijadwalkan mulai dijual pada akhir 2026 atau awal 2027. Harga resmi akan diumumkan mendekati waktu pemasaran.
Untuk Indonesia, konsumen masih perlu menunggu kepastian mengenai jadwal peluncuran, harga, dan pilihan mesin yang akan tersedia.
Pada akhirnya, Hyundai Tucson 2027 punya tiga modal utama: desain yang lebih berani, kabin dengan teknologi baru, dan pilihan elektrifikasi yang semakin beragam. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana Hyundai menerjemahkan antusiasme pemesanan menjadi penjualan nyata setelah mobil mulai tersedia di dealer.

